Pernah dengar cerita ibu melahirkan di perjalanan karena nggak sempat sampai ke fasilitas kesehatan? Atau bayi prematur yang tidak tertolong karena minimnya tenaga kesehatan di daerah terpencil? Kisah-kisah ini bukan fiksi—ini realita yang masih terjadi di Indonesia.
Dan solusinya? Butuh lebih banyak bidan.
Fakta yang Jarang Dibicarakan
Data Badan Pusat Statistik 2023 menunjukkan jumlah bidan di Indonesia hanya sekitar 344.928 orang. Padahal menurut Kementerian Kesehatan, kebutuhan ideal mencapai 558.005 bidan. Artinya, ada kekurangan lebih dari 200 ribu bidan di negeri ini.
Ketimpangan distribusi paling parah terjadi di wilayah timur. Papua, misalnya, hanya memiliki sekitar 8.159 bidan untuk melayani enam provinsi. Bayangkan betapa besar tanggung jawab yang dipikul oleh setiap bidan di sana.
Sementara itu, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tercatat 189 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023—menempatkan kita di peringkat ketiga tertinggi di ASEAN setelah Kamboja dan Myanmar. Sebagian besar kematian ini akibat perdarahan, preeklamsia, dan eklamsia yang sebenarnya bisa dicegah dengan intervensi tepat waktu dari tenaga kesehatan terlatih.
Bidan Bukan Sekadar “Tukang Persalinan”
Banyak orang masih mengira bidan cuma membantu proses melahirkan. Padahal peran bidan jauh lebih luas dari itu:
- Pencegahan Stunting — Bidan adalah garda terdepan dalam program nasional penurunan stunting melalui pemantauan gizi ibu hamil dan balita
- Pelayanan Kesehatan Reproduksi — Edukasi dan layanan KB, konseling remaja, hingga deteksi dini masalah reproduksi
- Imunisasi dan KIA — Pelaksana utama program imunisasi nasional dan pemantauan tumbuh kembang anak
- Pendamping Korban Kekerasan — Dalam kasus kehamilan tidak diinginkan akibat kekerasan seksual, bidan berperan dalam perlindungan hak asasi perempuan
Di era digital, bidan juga dituntut melek teknologi—mampu menggunakan sistem informasi kesehatan, aplikasi pemantauan kehamilan, dan layanan berbasis digital.
Pilihan Karir yang Lebih Luas dari yang Kamu Kira
Lulus kebidanan bukan berarti cuma kerja di Puskesmas. Peluang karir bidan sekarang sangat beragam:
| Jalur Karir | Deskripsi |
|---|---|
| Bidan Praktik Mandiri (BPM) | Buka praktik sendiri dengan kebebasan mengatur jadwal dan layanan |
| Bidan Rumah Sakit/Klinik Swasta | Kerja di fasilitas kesehatan modern dengan peralatan lengkap |
| Bidan Komunitas | Kunjungan rumah dan pelayanan di daerah pedesaan atau terpencil |
| Dosen/Pendidik | Mengajar di institusi pendidikan kebidanan |
| Konsultan Kesehatan | Bekerja di perusahaan farmasi atau produsen alat kesehatan |
| Peneliti | Riset di bidang kesehatan reproduksi dan perawatan ibu-bayi |
Yang lebih menarik: bidan yang membuka praktik mandiri bisa menentukan sendiri tarif layanannya. Dengan reputasi baik dan lokasi strategis, penghasilan bidan mandiri bisa sangat kompetitif.
WHO Pun Mengakui Peran Strategis Bidan Indonesia
Pada Juni 2025, WHO bersama Indonesia meluncurkan kolaborasi baru untuk memajukan keperawatan dan kebidanan. Politeknik Kesehatan Indonesia bahkan ditetapkan sebagai Pusat Kolaborasi WHO—bukti pengakuan internasional terhadap kualitas pendidikan kebidanan di Indonesia.
Sejak 2022, sudah ada 50 modul kelas internasional dikembangkan dan 50 dosen di 24 kampus mendapat pelatihan intensif. Indonesia berhasil mempertahankan kepadatan tenaga kesehatan di atas ambang batas minimum WHO sebesar 44,5 dokter, perawat, dan bidan per 10.000 penduduk.
Kolegium Kebidanan Luncurkan Kurikulum Baru
Kabar baiknya lagi: Kolegium Kebidanan bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah meluncurkan “Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia” pada Juni 2025. Kurikulum baru ini dirancang agar lulusan kebidanan semakin kompeten menghadapi tantangan kesehatan modern.
Ini artinya, kamu yang masuk pendidikan kebidanan sekarang akan mendapat materi pembelajaran yang lebih relevan dan terupdate.
Jadi, Masih Ragu?
Profesi bidan bukan pekerjaan “biasa-biasa saja”. Ini adalah profesi yang:
- Menyelamatkan dua nyawa sekaligus dalam satu waktu
- Dibutuhkan di seluruh pelosok Indonesia
- Diakui secara internasional
- Punya peluang karir yang fleksibel dan beragam
Indonesia butuh lebih dari 200 ribu bidan baru. Pertanyaannya: Apakah kamu akan jadi salah satunya?
Di AKBID Laksamana, kamu tidak hanya belajar teori—tapi juga praktik langsung di fasilitas kesehatan dan komunitas. Dengan dosen profesional dan kurikulum aplikatif, kami siap membentukmu menjadi bidan yang kompeten, beretika, dan siap kerja.
Dari kampus ke komunitas—mencetak bidan profesional yang melayani dengan hati.


Leave a Reply