Selama ini, fokus utama asuhan kebidanan secara tradisional terletak pada Ibu dan Bayi. Namun, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan aktif Ayah (Father’s Involvement) dalam masa kehamilan hingga masa postpartum sangat krusial. Keterlibatan Ayah secara signifikan dapat:
Meningkatkan kepatuhan Ibu terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC).
Mengurangi risiko Postpartum Depression pada Ibu.
Meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.
Permasalahan hari ini adalah: Banyak Ayah yang merasa “tidak tahu harus berbuat apa” atau merasa terpinggirkan dari proses kehamilan dan persalinan (Fathercraft).
Akademi Kebidanan Laksamana menyadari bahwa bidan modern harus menjadi fasilitator keluarga. Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki Kompetensi Komunikasi Keluarga untuk mengedukasi dan memberdayakan Ayah, mengubahnya dari sekadar pengantar menjadi mitra asuhan yang aktif dan suportif, demi menjamin keberhasilan periode krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Tiga Kompetensi Utama Bidan Laksamana dalam Edukasi Fathercraft
Lulusan Akbid Laksamana dilatih untuk menjadi agen perubahan sosial yang melibatkan seluruh anggota keluarga:
- Konseling Kemitraan Selama Kehamilan (ANC Terpadu)
Keterlibatan Ayah dimulai sejak masa kehamilan.
Edukasi Perkembangan Janin: Bidan dilatih untuk melibatkan Ayah dalam sesi pemeriksaan ANC, menjelaskan perkembangan janin, pentingnya nutrisi ibu, dan bagaimana Ayah dapat memberikan dukungan emosional untuk mengurangi stres Ibu.
Perencanaan Persalinan dan KB: Mampu memfasilitasi diskusi antara pasangan mengenai rencana persalinan dan program Keluarga Berencana (KB) pasca-persalinan, menekankan bahwa ini adalah keputusan bersama (informed choice).
- Pelatihan Keterampilan Praktis (Hands-on Skills) Pasca-Persalinan
Ayah perlu dibekali keterampilan praktis merawat bayi.
Teknik Perawatan Bayi Baru Lahir: Bidan memberikan pelatihan langsung kepada Ayah tentang cara-cara praktis seperti memandikan bayi, mengganti popok, menenangkan bayi rewel (shushing dan swaddling), dan menjaga kebersihan tali pusat.
Dukungan ASI Eksklusif: Mengajarkan Ayah tentang pentingnya Peran Pendukung dalam keberhasilan menyusui: memastikan Ibu cukup istirahat, menyiapkan makanan bergizi untuk Ibu, dan membantu posisi menyusui.
- Deteksi dan Mitigasi Risiko Postpartum pada Ayah
Kesehatan mental pasca-melahirkan juga melibatkan Ayah.
Paternal Postnatal Depression (PPDa): Bidan dibekali pengetahuan dasar untuk mengenali tanda-tanda stres atau kecemasan yang mungkin dialami Ayah (Paternal Postnatal Depression) akibat tekanan baru dan kurang tidur, serta mampu memberikan dukungan dan rujukan awal.
Manajemen Tugas dan Beban Kerja: Memberikan konseling kepada pasangan tentang cara membagi tugas merawat bayi dan rumah tangga secara adil, memastikan Ibu mendapatkan tidur yang cukup, yang merupakan faktor kunci pencegahan Postpartum Blues.


Leave a Reply