Dulu, saat mendengar kata “Bidan”, yang terlintas di pikiran mungkin hanya sosok berseragam putih yang membantu proses persalinan di desa. Tapi, hapus bayangan lama itu! Di era sekarang, menjadi bidan adalah menjadi seorang strategis kesehatan, konselor mental, sekaligus pahlawan kemanusiaan.
Di Akbid Laksamana, kita tidak hanya belajar tentang anatomi, tapi tentang bagaimana menjadi “tangan kanan” Tuhan dalam menjaga awal sebuah kehidupan. Mengapa profesi ini justru makin keren di mata Gen Z? Ini alasannya!
1. Profesi yang “Tahan Resesi”
Mari kita bicara realita. Di tengah naik-turunnya ekonomi dunia, satu hal yang tidak pernah berhenti adalah kelahiran manusia. Kebutuhan akan tenaga bidan yang profesional dan tersertifikasi akan selalu ada. Lulusan Akbid Laksamana bukan hanya mencari kerja, tapi dicari oleh dunia kerja.
2. Ahli Psikologi & “Gentle Birth”
Modernitas membawa kesadaran baru: melahirkan bukan lagi soal rasa sakit, tapi soal pengalaman yang memberdayakan (empowering experience). Di sini, kamu belajar teknik Gentle Birth, komunikasi terapeutik, hingga cara menenangkan ibu baru yang sedang berjuang melawan baby blues. Kamu adalah “penyelamat” kesehatan mental bagi banyak keluarga.
3. Menguasai Teknologi Kesehatan Terbaru
Bidan masa kini tidak hanya pakai stetoskop kayu. Kamu akan akrab dengan alat pemantauan janin modern, aplikasi manajemen kesehatan ibu-anak, hingga pemanfaatan media sosial untuk edukasi kesehatan. Di Akbid Laksamana, kita mencetak bidan yang melek digital—yang tahu caranya mengedukasi masyarakat melalui konten yang edukatif dan terpercaya.
4. Peluang Wirausaha (BPM)
Salah satu keistimewaan luar biasa dari lulusan kebidanan adalah peluang untuk memiliki Bidan Praktik Mandiri (BPM). Kamu bisa menjadi bos bagi dirimu sendiri, membuka klinik yang nyaman, dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Ini adalah jalur tercepat menuju kemandirian finansial bagi perempuan muda yang hebat.
Mengapa Harus Akbid Laksamana?
Kita tahu bahwa belajar medis butuh ketelitian tinggi. Itulah mengapa di Akbid Laksamana, kami mengedepankan lingkungan belajar yang suportif. Laboratorium yang lengkap bukan sekadar tempat praktik, tapi tempat kamu mengasah “insting” seorang bidan sebelum benar-benar terjun ke masyarakat.
Kamu akan dididik oleh para dosen yang bukan hanya mengajar teori, tapi membagikan pengalaman nyata di lapangan. Karena bagi kami, setiap mahasiswa adalah calon pelindung bagi masa depan bangsa.
“Menjadi bidan bukan tentang pekerjaan yang kamu lakukan, tapi tentang jiwa yang kamu sentuh.”


Leave a Reply