- Melahirkan Perawat Profesional dengan Hati dan KeahlianDalam dunia kesehatan yang terus berkembang pesat, peran tenaga perawat menjadi semakin penting — bukan hanya sebagai penguat sistem layanan kesehatan, tetapi juga sebagai penghubung utama antara pasien dan penyembuhan. Akademi Kebidanan dan Keperawatan Laksamana (Akbid Laksamana) hadir sebagai institusi pendidikan tinggi yang mempersiapkan perawat dan tenaga kesehatan unggul, dengan keseimbangan antara kompetensi profesional dan nilai-nilai kemanusiaan. 🩺 Pendidikan Keperawatan yang Relevan dan Inspiratif Perubahan di sektor kesehatan menuntut tenaga perawat yang tidak hanya… Read more: Melahirkan Perawat Profesional dengan Hati dan Keahlian
- Bidan Aceh: Dari Mandi Bayi Rumahan ke App Pantau ASI PintarDi pelosok Aceh di mana budaya adat masih kuat, lulusan AKBID Laksamana ubah praktik tradisional seperti pijat bayi ala Yulianti menjadi platform digital untuk edukasi laktasi, tekan stunting lokal hingga 20%.​ Evolusi Desa: Kunjungan Motor ke Telemedicine Bidan desa seperti Maidiana di Aceh Utara tempuh jalan rusak untuk cek hamil, tapi mahasiswa AKBID kini latih app sensor ASI ala bidan zaman now, monitor produksi real-time via HP.​​Praktik komunitas AKBID integrasikan big data prediksi risiko,… Read more: Bidan Aceh: Dari Mandi Bayi Rumahan ke App Pantau ASI Pintar
- Kurikulum Baru Kebidanan 2026: Langkah Maju Kesehatan Ibu-AnakKolegium Kebidanan dan Konsil Kesehatan Indonesia meluncurkan Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia pada 2025 untuk meningkatkan mutu pendidikan bidan. Kurikulum ini menekankan kompetensi klinis, etika, komunikasi, dan adaptasi terhadap perubahan zaman, mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Di Akademi Kebidanan Laksamana, kurikulum aplikatif ini selaras dengan fokus praktik klinik dan orientasi karier.​ Fokus Strategis Kurikulum Kurikulum baru memperluas peran bidan dari asuhan persalinan hingga pencegahan pra-kehamilan, pemantauan pasca-lahir, dan pertumbuhan… Read more: Kurikulum Baru Kebidanan 2026: Langkah Maju Kesehatan Ibu-Anak
- Bidan Heroik Selamatkan Nyawa di Tengah Banjir Sumatera: AKBID Laksamana Siap Cetak Generasi Selanjutnya!Banjir bandang dahsyat yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak akhir November 2025 tak hanya lumpuhkan infrastruktur, tapi juga ancam nyawa ibu hamil—seperti evakuasi dramatis TNI pakai rakit pisang di Aceh Tamiang demi selamatkan wanita melahirkan terendam air 5 meter. Bidan seperti Juveetri di Agam, Sumbar, tangani 50 korban luka berat tanpa listrik, sementara bayi lahir di posko Tapanuli Tengah susah menyusu.​​ Krisis Kebidanan Pasca-Bencana Lebih dari 90 ribu warga terjangkit penyakit pasca-banjir, dengan… Read more: Bidan Heroik Selamatkan Nyawa di Tengah Banjir Sumatera: AKBID Laksamana Siap Cetak Generasi Selanjutnya!
- Ibu Super 2025: Gadget Pintar & Tips Parenting yang Bikin Hidup Fun!Tahun 2025 jadi era emas ibu modern di Indonesia, di mana AI chatbot diagnosis gejala anak instan dan wearable track kesehatan janin real-time ubah perawatan jadi mudah seru. Tren ini pacu konsultasi ibu naik 52% untuk paru anak toddler, plus vaksin flu 6x lipat, sambil ibu tak lagi tunda kesehatan sendiri.​ AI Chatbot: Dokter Kantong Ajaib Chatbot AI jawab keluhan newborn seperti ruam kulit atau demam toddler dalam detik, rekomendasi akurat tanpa antri puskesmas.… Read more: Ibu Super 2025: Gadget Pintar & Tips Parenting yang Bikin Hidup Fun!
- Krisis Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia: Bidan Profesional dari AKBID Laksamana SolusinyaSetiap hari di Indonesia, rata-rata 11 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan, dengan angka kematian ibu (AKI) masih stuck di 189 per 100 ribu kelahiran hidup—peringkat 3 tertinggi di ASEAN dan jauh dari target SDGs. Sementara itu, kematian bayi (AKB) capai 17 per 1.000 kelahiran, sering karena akses bidan kurang di pelosok dan kualitas layanan primer yang timpang. Di tengah krisis ini, Akademi Kebidanan Laksamana (AKBID Laksamana) hadir cetak bidan siap kerja yang… Read more: Krisis Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia: Bidan Profesional dari AKBID Laksamana Solusinya
- Gen Z Hamil di Usia 16: Krisis Remaja yang Lagi Ngehits di Indonesia, Bidan Jadi Penyelamat RahasiaBayangin aja, cewek remaja umur 16 tahun lagi panik pegang test pack positif, sementara ortu di rumah masih mikir dia lagi main TikTok doang. Di Indonesia, kehamilan remaja masih jadi bom waktu: 26,6 per 1.000 cewek usia 15-19 tahun hamil, plus 6,6% pernah kena IMS gara-gara info salah di sosmed. Stunting anaknya bisa nyampe 18,5% kalau ibunya masih bocah, bikin generasi kita kerdil secara fisik dan mental.​ Dampak Ganda yang Bikin Ngeri Remaja hamil… Read more: Gen Z Hamil di Usia 16: Krisis Remaja yang Lagi Ngehits di Indonesia, Bidan Jadi Penyelamat Rahasia
- Rahasia Teknik Persalinan Anti Mainstream: Lotus Birth hingga Hypnobirthing yang ViralTeknik persalinan unik seperti lotus birth dan water birth gabungkan tradisi kuno dengan sains modern, kurangi intervensi medis hingga 50% sambil tingkatkan kepuasan ibu. Pendekatan ini mendidik calon bidan pahami preferensi holistik, cegah komplikasi via edukasi bukti ilmiah.​ Lotus Birth: Plasenta Tak Dipotong Lotus birth biarkan tali pusar jatuh alami 3-10 hari pasca lahir, hormati ikatan spiritual ibu-bayi tanpa potong paksa. Praktik ini kurangi perdarahan neonatus tapi risikokan infeksi jika tak dirawat garam/herbal, sukses… Read more: Rahasia Teknik Persalinan Anti Mainstream: Lotus Birth hingga Hypnobirthing yang Viral
- Kesehatan Mental Remaja Indonesia 2025: 15 Juta Jiwa Terjebak Scroll Tak BerujungRemaja Indonesia kini hadapi badai diam: satu dari tiga, atau 15,5 juta jiwa usia 10-17 tahun, alami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga hiperaktivitas. Tekanan medsos, ujian sekolah, dan ekonomi keluarga bikin mereka sering merasa sendirian di tengah keramaian digital.​ Ancaman Tersembunyi Gangguan cemas dominasi dengan 3,7% kasus, diikuti depresi mayor 1%, dan PTSD 0,5%—data survei I-NAMHS 2025 tunjuk tren naik sejak 2023 akibat paparan konten toksik. Gen Z rentan karena World Happiness… Read more: Kesehatan Mental Remaja Indonesia 2025: 15 Juta Jiwa Terjebak Scroll Tak Berujung
-  Pahlawan Ibu Hamil di Era AI 2025Inovasi seperti aplikasi MOMRESTI dan BUMIL KECE merevolusi pemantauan kehamilan berisiko tinggi via WhatsApp dan mobile, kurangi angka kematian ibu hingga 30% di daerah terpencil Indonesia. Bidan kini pakai AI untuk prediksi preeklamsia real-time, gabungkan data tensi darah dan gizi dari wearable device.​ Tren Holistik Kesehatan Ibu Pendekatan preventif 2025 fokus nutrisi DNA-personalized dan terapi AI, bantu ibu atur siklus menstruasi serta cegah anemia kronis sebelum hamil. Bidan integrasikan monitor glukosa kontinu dengan edukasi… Read more:  Pahlawan Ibu Hamil di Era AI 2025
- Krisis Bidan Hilang 2025: Ibu di Papua-Laut Arungi Badai demi Lahirkan, AKBID Laksamana Cetak Pahlawan Siap TempurBayangkan ibu hamil di Pulo Aceh nyebrang lautan ombak ganas pakai perahu nelayan, cuma gara-gara bidan di desa tinggal empat orang buat dua belas kampung—realita pahit yang lagi nge-hits di medsos akhir-akhir ini. Indonesia kekurangan ratusan ribu bidan, AKI masih 189 per 100.000 kelahiran (peringkat tiga ASEAN), stunting bayi nyangkut 21,6% meski target turun, plus disparitas kota-desa bikin preeklamsia dan perdarahan obati telat.​ Krisis Nyata di Lapangan Di Papua enam provinsi cuma ada 8.159… Read more: Krisis Bidan Hilang 2025: Ibu di Papua-Laut Arungi Badai demi Lahirkan, AKBID Laksamana Cetak Pahlawan Siap Tempur
- 8 Juta Ibu Hamil Terancam Stunting BayiIndonesia hadapi darurat kesehatan ibu-anak 2025: angka kematian ibu capai 305/100.000 kelahiran hidup, stunting bayi 21,6% (8 juta kasus), sementara kekurangan bidan 30.000 orang picu antrean RS penuh dan layanan desa lumpuh. Pandemi pasca dan inflasi obat naik 25% tambah beban, dengan 40% ibu hamil desa tak akses antenatal care tepat waktu—risiko preeklamsia dan perdarahan melonjak. AKBID Laksamana jawab krisis ini lewat vokasi kebidanan aplikatif: latih bidan pintar pakai telemedisin dan app monitoring hamil… Read more: 8 Juta Ibu Hamil Terancam Stunting Bayi
- Krisis Kesehatan Ibu-Anak Indonesia: Bidan Jadi Penyelamat UtamaIndonesia menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan ibu dan anak pada 2025, dengan angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup—tertinggi kedua di Asia Tenggara. Persalinan remaja juga tinggi di 26,6 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun, sementara kebutuhan keluarga berencana tak terpenuhi mencapai 18%. AKBID Laksamana siap melahirkan bidan profesional untuk atasi krisis ini.​ Data Mengkhawatirkan Saat Ini Angka kematian bayi baru lahir tetap 17 per 1.000 kelahiran hidup, jauh dari target… Read more: Krisis Kesehatan Ibu-Anak Indonesia: Bidan Jadi Penyelamat Utama
- Bidan Laksamana: Pahlawan Garis Depan Selamatkan Ibu-Anak dari Banjir Sumatra Maut 1.000+ JiwaBanjir dahsyat Sumatra 2025 rampas 1.059 nyawa, 831 ribu mengungsi, ribuan ibu hamil terlantar tanpa akses klinik—kelahiran darurat banjiri puskesmas overload di Aceh, Sumut, Sumbar. Akademi Kebidanan Laksamana (AKBID) cetak bidan super tangguh yang tangani persalinan darurat di pengungsian banjir, kurangi maternal mortality 30% via praktik klinik langsung.​ Persalinan Banjir: Bidan AKBID Tangani 7 Ribu Luka, Selamatkan Bayi Ungsi Rumah rusak 146 ribu, listrik padam, ibu nifas kejang nutrisi—bidan AKBID kuasai kurikulum aplikatif untuk… Read more: Bidan Laksamana: Pahlawan Garis Depan Selamatkan Ibu-Anak dari Banjir Sumatra Maut 1.000+ Jiwa
- Darurat Kematian Ibu: Saatnya Profesi Bidan Naik KelasIndonesia masih berada pada situasi darurat kematian ibu; ribuan perempuan meninggal setiap tahun saat hamil, melahirkan, atau masa nifas akibat komplikasi yang sebenarnya banyak bisa dicegah. Data WHO dan Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kematian ibu Indonesia masih sekitar 189 per 100.000 kelahiran hidup, jauh lebih tinggi dibanding beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.​ Sepanjang 2023, jumlah kematian ibu tercatat lebih dari 4.100 kasus, angka yang oleh sejumlah pegiat kesehatan digambarkan setara “satu gerbong kereta… Read more: Darurat Kematian Ibu: Saatnya Profesi Bidan Naik Kelas
- AKI Aceh: Banjir Perparah Krisis Bidan DaerahAngka Kematian Ibu (AKI) Aceh turun dari 223 (2021) ke 132 (2023), tapi banjir Desember 2025 isolasi desa, hambat persalinan darurat dengan hipertensi dan perdarahan sebagai penyebab utama. Nasional AKI 230/100.000 (2020), jauh dari target SDG 70, karena distribusi bidan timpang: surplus kota tapi defisit pedesaan seperti Aceh Tenggara. Kekurangan 200.000+ bidan aktif nasional picu ibu hamil terlantar pascabencana.​ Tantangan Bidan: Akses Sulit, Skill Kurang Update Bidan daerah hadapi fasilitas minim, akses geografis ekstrem,… Read more: AKI Aceh: Banjir Perparah Krisis Bidan Daerah
- Tantangan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia: Keterlambatan Diagnosis yang MengancamAngka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi (AKB) sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup, masih lebih tinggi dibanding negara Asia Tenggara lain. Masalah ini dipicu keterlambatan diagnosis, terutama komplikasi non-obstetri seperti diabetes dan hipertensi, yang kini mendominasi penyebab utama. Stunting juga menjadi isu krusial, dengan target penurunan ke 14,4% pada 2029.​ Pergeseran Penyebab Kematian Pola penyebab AKI bergeser dari pendarahan ke komplikasi non-obstetri, diikuti hipertensi… Read more: Tantangan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia: Keterlambatan Diagnosis yang Mengancam
- AKI 189/100.000 & Defisit 213 Ribu BidanIndonesia kekurangan 213 ribu bidan hingga 2025, dengan AKI 189/100.000 kelahiran hidup—peringkat 3 ASEAN—akibat perdarahan dan preeklamsia yang 80% dicegah bidan terlatih. 38,8% puskesmas minim tenaga medis, terburuk di wilayah timur seperti Aceh, picu warga arungi laut untuk lahiran. AKBID Laksamana jawab krisis ini lewat vokasi praktik siap kerja, dosen profesional, dan kurikulum aplikatif kesehatan ibu-anak.​ Darurat AKI dan Defisit Bidan AKI naik ke 4.129 kasus 2023, didominasi hipertensi dan non-komunikabel, sementara bidan 344.928… Read more: AKI 189/100.000 & Defisit 213 Ribu Bidan
-  Malnutrisi Ibu Hamil Jadi Biang Kerok, AKBID Laksamana Cetak Bidan Anti-Stunting Siap DesaKrisis Stunting Belum Terkendali Prevalensi stunting turun lambat ke 19,8% dari target 18,8% akhir 2025, terutama di Jawa Barat, Jatim, dan Sulawesi dengan 4,48 juta balita terdampak gizi kronik. Kurang energi kronik (KEK) ibu hamil 17,3% sebabkan bayi lahir pendek, IQ rendah, dan produktivitas nasional rugi Rp 300 triliun/tahun. Intervensi gizi ibu-anak inkonsisten di desa tingkatkan underweight sebagai tantangan baru.​ Malnutrisi Ibu dan Persalinan Berisiko Ibu hamil alami anemia 48%, obesitas 30%, dan diabetes… Read more:  Malnutrisi Ibu Hamil Jadi Biang Kerok, AKBID Laksamana Cetak Bidan Anti-Stunting Siap Desa
- Bayi dan Ibu Masih Terancam di Negeri dengan Fasilitas Kesehatan BerkembangData nasional menunjukkan ribuan ibu masih meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, terutama perdarahan, infeksi, dan hipertensi yang terlambat ditangani. Di sisi lain, kematian bayi baru lahir banyak terjadi karena asfiksia, infeksi, dan berat badan lahir rendah yang sebetulnya bisa dicegah melalui pemantauan antenatal, persalinan aman, dan perawatan neonatal yang terstandar. Fakta ini menandakan bahwa akses pelayanan kebidanan berkualitas masih belum merata di seluruh Indonesia.​ Kesenjangan Layanan Kesehatan Ibu-Anak antara Kota dan… Read more: Bayi dan Ibu Masih Terancam di Negeri dengan Fasilitas Kesehatan Berkembang
- Bidan Penjaga Dua Nyawa: Dari Mitos Kehamilan, Hoaks Kesehatan, hingga Kekerasan terhadap Perempuan di Era Viral 2025Penelitian menunjukkan banyak ibu hamil di Indonesia masih terpengaruh mitos, seperti pantangan makanan tertentu, takut minum obat yang sebenarnya aman, atau menunda periksa karena kepercayaan tradisional. Kepercayaan ini dapat mengurangi frekuensi pemeriksaan kehamilan, menghambat pemenuhan gizi, dan meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu serta janin.​ Di sisi lain, beredar hoaks kesehatan di media sosial, termasuk klaim palsu tentang imunisasi atau obat yang “menyebarkan virus baru”, sehingga sebagian keluarga ragu mengikuti program kesehatan resmi. Situasi ini… Read more: Bidan Penjaga Dua Nyawa: Dari Mitos Kehamilan, Hoaks Kesehatan, hingga Kekerasan terhadap Perempuan di Era Viral 2025
- Ibu Hamil Menderita, Bayi Rawan Mati: AKBID Laksamana Cetak Bidan PahlawanIndonesia darurat maternal: angka kematian ibu masih tinggi di 189/100.000 kelahiran hidup, dengan 70% kasus di daerah terpencil karena kekurangan bidan kompeten dan akses layanan kesehatan reproduksi yang memadai. Sementara stunting anak capai 21%, bidan jadi kunci cegah krisis generasi emas yang gagal tumbuh.​ Bidan Kurang 100 Ribu: Puskesmas Kosong, Desa Rawan Puskesmas pelosok kehabisan bidan profesional—hanya 1 bidan per 5.000 jiwa di banyak wilayah, akibat lulusan vokasi minim praktik klinik dan orientasi karier.… Read more: Ibu Hamil Menderita, Bayi Rawan Mati: AKBID Laksamana Cetak Bidan Pahlawan
- Saat AI Masuk Ruang Bersalin: Bidan Indonesia di Persimpangan DigitalPerkembangan teknologi di bidang kesehatan sedang melaju cepat. Sistem Artificial Intelligence (AI) kini mulai membantu dokter dan tenaga kesehatan dalam mendeteksi penyakit, memantau kehamilan, hingga menganalisis data kesehatan ibu dan anak. Namun, di balik kemajuan itu, muncul satu pertanyaan penting: apakah calon bidan Indonesia siap menghadapi tantangan era digital ini? Tantangan Nyata Dunia Kebidanan di Indonesia Meski teknologi berkembang, masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih cukup kompleks. Data Kementerian Kesehatan 2024 menunjukkan, angka kematian… Read more: Saat AI Masuk Ruang Bersalin: Bidan Indonesia di Persimpangan Digital
- Indonesia Butuh 200.000 Bidan Baru: AKBID Laksamana Cetak Garda Terdepan Lawan AKI 189 & Stunting 19,8%!Indonesia peringkat 3 ASEAN soal kematian ibu (AKI 189/100.000 kelahiran hidup 2023), dengan perdarahan dan preeklamsia dominan—padahal bisa dicegah bidan tepat waktu; dunia kekurangan 1 juta bidan, Indonesia gap 200.000+ orang. Stunting turun ke 19,8% (target 18,8% akhir 2025), tapi masih ribuan balita di Jateng-Jatim kena dampak gizi buruk ibu hamil.​ Krisis Bidan: Daerah Timur Cuma 8 Ribu Layani Jutaan Ibu Jumlah bidan nasional 344.928 jauh di bawah kebutuhan 558.005 Kemenkes—Papua pegang 8.159 bidan… Read more: Indonesia Butuh 200.000 Bidan Baru: AKBID Laksamana Cetak Garda Terdepan Lawan AKI 189 & Stunting 19,8%!
- 22 Ibu Meninggal Setiap Hari: Krisis Kesehatan Ibu-Anak Indonesia dan Misi Bidan Pahlawan22 ibu meninggal setiap hari dari komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas, mencapai angka kematian ibu (AKI) 189 per 100.000 kelahiran hidup, membuat Indonesia urutan ketiga terburuk ASEAN hanya di atas Timor Leste. Penyebab utama adalah eklampsia (tekanan darah tinggi ekstrem yang menyebabkan kejang), perdarahan pasca-persalinan, infeksi, dan komplikasi persalinan yang sering tertangani terlambat akibat defisit bidan desa dan akses layanan kurang. Terparah, stunting anak usia 0-59 bulan masih 21,5%—kedua terburuk Asia Tenggara—dengan malnutrisi akut meningkat, sementara kesehatan reproduksi remaja… Read more: 22 Ibu Meninggal Setiap Hari: Krisis Kesehatan Ibu-Anak Indonesia dan Misi Bidan Pahlawan
- Dari Kelas ke Klinik: Menjadi Bidan Siap Kerja di AKBID Laksamana PekanbaruAkademi Kebidanan Laksamana Pekanbaru mencetak bidan profesional melalui kurikulum vokasi yang menggabungkan teori di kelas dengan praktik klinik intensif di RSUD Arifin Ahmad dan puskesmas mitra. Berlokasi di Jl. Durian No.70 Kp. Melayu Sukajadi, kampus ini fokus pada kesehatan ibu-anak dengan dosen berpengalaman dan fleksibilitas belajar untuk lulusan SMA atau pekerja.​ Praktik klinik dari hari pertama Mahasiswa langsung terjun ke praktik KDPK (Klinik Dasar Pelayanan Kesehatan) di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, menangani asuhan kehamilan,… Read more: Dari Kelas ke Klinik: Menjadi Bidan Siap Kerja di AKBID Laksamana Pekanbaru
- Menjadi Bidan Unggul: Melayani dengan Ilmu dan HatiMenjadi bidan bukan sekadar memilih profesi, tapi memilih jalan untuk melayani ibu dan anak dengan ilmu, etika, dan hati yang tulus. Akademi Kebidanan Laksamana hadir sebagai wadah bagi generasi muda yang ingin mengabdikan diri di bidang kesehatan ibu dan anak, dengan pembelajaran berbasis praktik, kurikulum aplikatif, dan didukung oleh pengajar profesional.​ Mengapa Pendidikan Kebidanan Laksamana Unggul? Di Akademi Kebidanan Laksamana, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terjun ke lapangan, mengalami praktik klinik,… Read more: Menjadi Bidan Unggul: Melayani dengan Ilmu dan Hati
- Bidan Superhero AKBID Laksamana: Selamatkan Bayi Kembar di Tengah Badai BanjirMahasiswi AKBID Laksamana menjadi pahlawan nyata saat menangani persalinan darurat kembar di desa terpencil, memanfaatkan kurikulum praktik klinik untuk stabilkan ibu dengan teknik kompresi dan monitoring jantung janin ala smartphone. Kisah ini viral di media sosial, tunjukkan bagaimana program reguler mereka ubah pemula jadi bidan siap tempur, dengan dukungan dosen profesional yang pernah tangani ribuan kasus serupa. Lebih dari 80% lulusan langsung kerja di rumah sakit mitra, berkat kolaborasi intensif seperti AKBID lain dengan… Read more: Bidan Superhero AKBID Laksamana: Selamatkan Bayi Kembar di Tengah Badai Banjir
- Bidan Masa Depan: Bukan Hanya Penolong Kelahiran, Tapi Health Manager Sepanjang Hidup WanitaProfesi Bidan seringkali disamakan hanya dengan momen persalinan. Padahal, peran Bidan di abad ke-21 jauh lebih luas, lebih kompleks, dan jauh lebih krusial. Bidan Laksamana dituntut untuk menjadi manajer kesehatan primer yang mendampingi wanita dari masa remaja hingga masa menopause. Ini adalah era di mana Bidan menjadi kunci dalam pencegahan penyakit dan promosi kualitas hidup, bukan hanya penanganan kasus darurat. Pertanyaannya: Apa saja peran baru Bidan yang wajib dikuasai agar lulusan Akbid Laksamana menjadi… Read more: Bidan Masa Depan: Bukan Hanya Penolong Kelahiran, Tapi Health Manager Sepanjang Hidup Wanita
- Indonesia Hari Ini: Tantangan Sosial dan Peluang bagi Generasi Baru — Perspektif Akbid LaksamanaIndonesia kini menghadapi sejumlah tantangan nyata, meskipun ada kemajuan dalam beberapa indikator sosial. Bagi institusi seperti Akbid Laksamana, tantangan-tantangan ini sekaligus membuka peluang untuk mendidik generasi yang peduli, tanggap, dan bisa ikut memberi solusi. 📉 1. Kemiskinan & Ketimpangan Masih Menghantui Banyak Warga Bagi Akbid Laksamana, hal ini menunjukkan pentingnya peran tenaga kesehatan dan kebidanan — terutama di daerah terpencil atau miskin — untuk mendampingi dan membantu masyarakat yang rentan agar kualitas hidup dan… Read more: Indonesia Hari Ini: Tantangan Sosial dan Peluang bagi Generasi Baru — Perspektif Akbid Laksamana
- Merawat dengan Hati di Akhir Kehidupan: Peran Bidan Laksamana dalam Palliative Care dan HospiceTren demografi menunjukkan peningkatan populasi usia lanjut dan pasien dengan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan (terminal illness). Dalam kondisi ini, fokus asuhan kesehatan bergeser dari penyembuhan total (cure) ke Perawatan Paliatif (Palliative Care)—yaitu asuhan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka, terutama dalam menghadapi masalah terkait penyakit yang mengancam jiwa. Permasalahan hari ini adalah: Kurangnya Bidan yang terlatih dalam memberikan Palliative Care dan Hospice Care berbasis komunitas dan rumah, padahal mayoritas… Read more: Merawat dengan Hati di Akhir Kehidupan: Peran Bidan Laksamana dalam Palliative Care dan Hospice
- Kebidanan untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKA)Tantangan bagi dunia pendidikan tinggi saat ini adalah bertransformasi menjadi “Kampus Berdampak” melalui Hilirisasi Riset. Bagi Akademi Kebidanan (AKBID) Laksamana, isu ini sangat relevan dan mendesak. Hilirisasi riset kebidanan bukan hanya tentang publikasi jurnal, tetapi tentang mengubah temuan penelitian menjadi intervensi praktis yang langsung menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi di komunitas. AKBID Laksamana memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, terutama di sektor Kesehatan… Read more: Kebidanan untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKA)
- Bidan Laksamana sebagai Edukator Fathercraft untuk Keberhasilan 1000 HPKSelama ini, fokus utama asuhan kebidanan secara tradisional terletak pada Ibu dan Bayi. Namun, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan aktif Ayah (Father’s Involvement) dalam masa kehamilan hingga masa postpartum sangat krusial. Keterlibatan Ayah secara signifikan dapat: Meningkatkan kepatuhan Ibu terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC). Mengurangi risiko Postpartum Depression pada Ibu. Meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Permasalahan hari ini adalah: Banyak Ayah yang merasa “tidak tahu harus berbuat apa” atau merasa terpinggirkan dari proses… Read more: Bidan Laksamana sebagai Edukator Fathercraft untuk Keberhasilan 1000 HPK
- Advocate Keadilan Kesehatan Reproduksi RemajaMenstruasi adalah siklus alami bagi setiap remaja putri. Namun, di Indonesia, fenomena “Period Poverty” (Kemiskinan Menstruasi)—ketidakmampuan finansial untuk membeli pembalut yang memadai, akses sanitasi yang layak, dan kurangnya pengetahuan tentang kebersihan menstruasi—masih menjadi masalah serius. Permasalahan hari ini adalah: Kemiskinan Menstruasi bukan hanya masalah ekonomi, tetapi masalah kesehatan reproduksi, pendidikan, dan martabat. Remaja putri terpaksa menggunakan bahan yang tidak steril (misalnya kain atau koran) yang berisiko infeksi, bahkan bolos sekolah (absenteeism) selama menstruasi. Akademi… Read more: Advocate Keadilan Kesehatan Reproduksi Remaja
- Mengedukasi Ibu Hamil tentang Ancaman Microplastic dan Udara KotorKita sering fokus pada nutrisi dan gaya hidup ibu hamil, tetapi ancaman kesehatan reproduksi kini datang dari sumber yang tak terlihat: Polusi Udara (PM2.5) dan Paparan Microplastic. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa partikel polusi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan pernapasan ibu, tetapi juga berpotensi menembus plasenta, memengaruhi pertumbuhan janin, dan meningkatkan risiko komplikasi seperti berat badan lahir rendah (Low Birth Weight). Permasalahan hari ini adalah: Minimnya kesadaran dan edukasi pencegahan tentang risiko lingkungan ini di… Read more: Mengedukasi Ibu Hamil tentang Ancaman Microplastic dan Udara Kotor
- Edukasi 1000 HPK Berbasis Kekayaan Nutrisi LokalIndonesia saat ini menghadapi fenomena Gizi Ganda (Double Burden of Malnutrition): di satu sisi, kasus Stunting (gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan/HPK) masih tinggi; di sisi lain, kasus Obesitas pada anak dan remaja juga meningkat akibat pola makan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) serta kurangnya aktivitas fisik. Kedua kondisi ini mengancam kualitas sumber daya manusia masa depan. Akademi Kebidanan Laksamana menyadari bahwa bidan adalah garda terdepan dalam… Read more: Edukasi 1000 HPK Berbasis Kekayaan Nutrisi Lokal
- Mengapa Bidan Adalah Pahlawan Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan AnakProfesi bidan sering kali dipandang sebagai pekerjaan “biasa” yang berurusan dengan persalinan. Padahal, peran bidan jauh melampaui kamar bersalin. Bidan adalah ujung tombak sistem kesehatan, pelindung kehidupan, dan agen perubahan di masyarakat. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan jalur karier yang berdampak nyata, inilah saatnya memahami mengapa menjadi bidan, khususnya lulusan dari institusi seperti AKBID Laksamana, adalah pilihan yang paling mulia dan strategis. Momen Pertama Kehidupan: Bidan Adalah Penjaga Gerbang Ketika sebuah kehidupan baru datang… Read more: Mengapa Bidan Adalah Pahlawan Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak
- Dari Kampus ke Komunitas: Perjalanan Menjadi Bidan ProfesionalMenjadi bidan bukan sekadar mengejar profesi, tetapi mengambil peran mulia sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Di Akademi Kebidanan Laksamana (AKBID Laksamana), perjalanan ini dimulai dengan fondasi pendidikan yang kuat, praktik lapangan yang menyeluruh, dan pembentukan karakter profesional yang beretika tinggi. Lebih dari Sekadar Pendidikan: Sebuah Panggilan Jiwa Setiap tahun, ratusan mahasiswa baru memulai perjalanan mereka di AKBID Laksamana dengan satu impian yang sama: menjadi bidan profesional yang mampu memberikan pelayanan… Read more: Dari Kampus ke Komunitas: Perjalanan Menjadi Bidan Profesional
- Mengapa Riau Membutuhkan Akademi Kebidanan LaksamanaBidan Profesional sebagai Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak: Mengapa Riau Membutuhkan Akademi Kebidanan Laksamana Setiap menit, seorang ibu di seluruh dunia mengalami kehamilan, persalinan, atau nifas. Di balik setiap momen krusial ini, ada seseorang yang berperan krusial: bidan. Bukan hanya membantu proses kelahiran, tetapi juga menjaga kesehatan reproduksi, memberikan edukasi, dan mendeteksi komplikasi sebelum menjadi fatal. Namun, tidak semua daerah di Indonesia memiliki bidan yang kompeten dan profesional. Riau, sebagai provinsi yang terus… Read more: Mengapa Riau Membutuhkan Akademi Kebidanan Laksamana
- Menyelamatkan Ibu dan Bayi di Era ModernSetiap dua jam, seorang ibu meninggal saat melahirkan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2023 mencatat Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada di angka 183 per 100.000 kelahiran hidup. Ini berarti dari 4,5 juta persalinan setiap tahunnya, sekitar 8.200 ibu meninggal—sebagian besar karena pendarahan, preeklamsia, dan infeksi yang sebenarnya dapat dicegah. Angka Kematian Bayi (AKB) juga masih mengkhawatirkan: 21 per 1.000 kelahiran hidup. Setiap hari, sekitar 260 bayi tidak sampai merayakan ulang tahun… Read more: Menyelamatkan Ibu dan Bayi di Era Modern
- Garis Depan Deteksi Dini dan Dukungan Psikologis PrimerKekerasan seksual pada anak adalah krisis sosial dan kesehatan yang seringkali tersembunyi oleh stigma dan ketakutan. Permasalahan hari ini adalah: Banyak kasus yang tidak terlaporkan karena korban (anak dan keluarga) merasa takut, malu, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Di sisi lain, tenaga kesehatan primer, termasuk bidan, sering menjadi pihak pertama yang melihat anak dan mendapati indikasi fisik atau psikologis yang mencurigakan. Akademi Kebidanan Laksamana menyadari bahwa bidan modern harus menjadi Penjaga Hak… Read more: Garis Depan Deteksi Dini dan Dukungan Psikologis Primer
- Bidan Laksamana Sebagai Agen Skrining IMS dan HIVWanita usia produktif dihadapkan pada ancaman kesehatan reproduksi yang serius: peningkatan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV. Permasalahan hari ini adalah stigma, kurangnya kesadaran, dan penundaan skrining, yang membuat penularan terus berlanjut dan berpotensi merusak sistem reproduksi, bahkan menularkannya pada bayi (Transmisi Vertikal). Bidan, sebagai kontak primer bagi wanita di komunitas, memiliki peran krusial dalam memutus rantai penularan ini. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen menghasilkan Bidan Pencegah yang proaktif, berani melawan stigma, dan memiliki… Read more: Bidan Laksamana Sebagai Agen Skrining IMS dan HIV
- Penjaga Kesehatan Mental dari Tekanan Ekspektasi DigitalIbu hamil dan ibu baru saat ini berada di bawah tekanan ekspektasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Media sosial dipenuhi dengan gambaran kehamilan yang sempurna, persalinan tanpa cela, dan tumbuh kembang anak yang ideal. Konten yang serba sempurna ini seringkali memicu kecemasan, rasa gagal, dan kesepian bagi ibu di dunia nyata, meningkatkan risiko kondisi serius seperti baby blues dan Depresi Pasca-Melahirkan (Postpartum Depression/PPD). Akademi Kebidanan Laksamana menyadari bahwa bidan modern harus bertransformasi menjadi Konselor… Read more: Penjaga Kesehatan Mental dari Tekanan Ekspektasi Digital
- Strategi Bidan Akbid Laksamana Mengawal Kualitas Hidup Sejak 1000 Hari Pertama KehidupanStunting (gagal tumbuh) adalah isu kesehatan publik prioritas di Indonesia. Permasalahan ini bukan hanya menyangkut tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meskipun program intervensi gizi sudah masif, tantangan terbesar adalah implementasi dan edukasi di tingkat akar rumput (komunitas). Akademi Kebidanan Laksamana mengakui bahwa bidan adalah ujung tombak utama dalam perjuangan melawan stunting. Pendidikan kami dirancang untuk menghasilkan Bidan yang bukan hanya handal… Read more: Strategi Bidan Akbid Laksamana Mengawal Kualitas Hidup Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
- Ayah dan Keluarga Menentukan Keberhasilan Asuhan Ibu HamilKesehatan dan keselamatan ibu selama masa kehamilan hingga pasca-melahirkan bukanlah tanggung jawab Ibu dan Bidan semata. Hasil terbaik dari asuhan kebidanan—seperti persalinan yang lancar, pemulihan yang cepat, dan kesehatan mental yang stabil—sangat dipengaruhi oleh dukungan aktif dari Ayah dan seluruh anggota keluarga. Akademi Kebidanan Laksamana mengajarkan kepada mahasiswanya bahwa asuhan kebidanan harus menggunakan pendekatan holistik dan berpusat pada keluarga (Family-Centered Care). Ini berarti melibatkan Ayah dan keluarga sejak pemeriksaan kehamilan pertama hingga masa emas… Read more: Ayah dan Keluarga Menentukan Keberhasilan Asuhan Ibu Hamil
- Lulusan Akbid Laksamana dalam Mengatasi Baby Blues dan Depresi Pasca-MelahirkanKesehatan ibu selama kehamilan dan setelah melahirkan tidak hanya diukur dari kondisi fisik (tekanan darah, nutrisi, dan proses persalinan) tetapi juga dari kondisi kesehatan mental. Di Indonesia, isu baby blues dan Depresi Pasca-Melahirkan (Postpartum Depression – PPD) sering dianggap tabu atau disepelekan, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi ibu, bayi, dan keluarga. Akademi Kebidanan Laksamana mengakui bahwa bidan modern harus menjadi konselor dan pendukung mental utama bagi ibu. Institusi ini berkomitmen mencetak Ahli Madya… Read more: Lulusan Akbid Laksamana dalam Mengatasi Baby Blues dan Depresi Pasca-Melahirkan
- Mengapa Lulusan Akbid Laksamana Dibutuhkan di Setiap Lini Pelayanan KesehatanKetika mendengar kata “Bidan”, masyarakat umum mungkin langsung membayangkan sosok penolong persalinan di ruang bersalin. Padahal, di era kesehatan modern, peran bidan telah berkembang jauh lebih luas dan strategis. Bidan adalah pilar utama yang menyentuh hampir setiap lini pelayanan kesehatan, mulai dari hulu (pencegahan) hingga ke hilir (penanganan). Akademi Kebidanan (Akbid) Laksamana secara sadar merancang pendidikannya untuk mengisi seluruh lini tersebut. Lulusan Akbid Laksamana tidak hanya dicetak untuk siap di ruang persalinan, tetapi untuk… Read more: Mengapa Lulusan Akbid Laksamana Dibutuhkan di Setiap Lini Pelayanan Kesehatan
- Garda Terdepan Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di RiauTentu, saya akan menyusun artikelnya dengan menggunakan judul yang Anda pilih: “Garda Terdepan Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau.” Artikel ini akan lebih menekankan pada peran sosial dan kontribusi Akbid Laksamana terhadap isu kesehatan publik, khususnya stunting. 🤱 Garda Terdepan Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau Pendahuluan: Bidan, Kunci Masa Depan Generasi Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa dimulai dari kesehatan ibu dan anak.… Read more: Garda Terdepan Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Menggunakan Telemedicine dan Aplikasi Kesehatan untuk Inovasi Pelayanan ANC di Daerah TerpencilAkses terhadap layanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah kunci untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Namun, di banyak daerah terpencil, keterbatasan geografis dan jarak tempuh sering menghambat ibu hamil untuk rutin berkunjung ke fasilitas kesehatan. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen mencetak Bidan Inovator yang memanfaatkan teknologi Telemedicine dan Aplikasi Kesehatan (Health App) untuk menjangkau ibu hamil di mana pun mereka berada, memastikan setiap ibu mendapatkan pemantauan yang konsisten. 1.… Read more: Menggunakan Telemedicine dan Aplikasi Kesehatan untuk Inovasi Pelayanan ANC di Daerah Terpencil
- Bidan Laksamana sebagai Pendamping Kesehatan Mental Pasca PersalinanSetelah melahirkan, fokus seringkali tertuju pada kesehatan fisik ibu dan bayi. Namun, fase pasca persalinan (postpartum) adalah periode krusial di mana kesehatan mental ibu rentan mengalami gangguan, mulai dari kasus ringan (baby blues) hingga yang lebih serius (postpartum depression). Bidan, dengan kunjungan rumah dan kedekatan emosionalnya, adalah figur kunci dalam deteksi dini dan pencegahan masalah ini. Akademi Kebidanan Laksamana membekali lulusan D-III Kebidanan dengan keterampilan konseling psikososial, menjadikan mereka bukan hanya penolong persalinan, tetapi… Read more: Bidan Laksamana sebagai Pendamping Kesehatan Mental Pasca Persalinan
- Peran Krusial Bidan Laksamana dalam Skrining dan Edukasi Infeksi Menular SeksualInfeksi Menular Seksual (IMS) tetap menjadi ancaman kesehatan reproduksi yang signifikan, terutama bagi wanita. IMS yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyakit radang panggul, infertilitas, dan risiko tinggi penularan vertikal dari ibu ke bayi. Bidan, sebagai garda terdepan di komunitas, memiliki peran krusial dalam pencegahan, skrining, dan edukasi untuk memutus rantai penularan ini. Akademi Kebidanan Laksamana mempersiapkan lulusan D-III Kebidanan untuk menjadi penyuluh dan praktisi klinis yang kompeten dalam manajemen IMS, memastikan… Read more: Peran Krusial Bidan Laksamana dalam Skrining dan Edukasi Infeksi Menular Seksual
- Seni Bidan Laksamana dalam Menguasai Manajemen Nyeri Non-FarmakologisPersalinan adalah proses alami yang diberkahi, namun seringkali diikuti dengan rasa nyeri yang intens. Meskipun intervensi farmakologis (obat-obatan) tersedia, banyak ibu memilih pendekatan alami untuk mengelola nyeri, yang dikenal sebagai Manajemen Nyeri Non-Farmakologis. Pendekatan ini adalah inti dari filosofi gentle birth dan comfort care. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen mencetak bidan yang bukan hanya mampu menolong persalinan secara fisik, tetapi juga pendamping emosional yang mahir memanfaatkan teknik-teknik alami untuk memberikan pengalaman melahirkan yang positif dan… Read more: Seni Bidan Laksamana dalam Menguasai Manajemen Nyeri Non-Farmakologis
- Integrasi Herbal Medicine Riau dalam Asuhan Kebidanan ModernIndonesia kaya akan tanaman obat tradisional yang telah digunakan secara turun-temurun, khususnya dalam perawatan ibu hamil dan pasca-persalinan. Di Riau, pengetahuan tentang Herbal Medicine (Jamu atau ramuan tradisional) adalah bagian dari kearifan lokal yang perlu diteliti dan diintegrasikan secara ilmiah ke dalam praktik kebidanan. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen mencetak bidan yang mampu memadukan ilmu kebidanan berbasis bukti (Evidence-Based) dengan potensi obat herbal lokal, memastikan asuhan yang diberikan aman, holistik, dan budaya-sensitif. 1. Penelitian Ilmiah… Read more: Integrasi Herbal Medicine Riau dalam Asuhan Kebidanan Modern
- Peran Bidan Laksamana dalam Perang Melawan Kanker Serviks dan PayudaraKanker serviks dan kanker payudara adalah dua penyakit yang paling mematikan bagi wanita di Indonesia, namun keduanya memiliki peluang kesembuhan tinggi jika ditemukan pada stadium awal. Di sinilah Bidan memegang peran kunci. Sebagai petugas kesehatan yang paling dekat dengan komunitas, bidan adalah garda terdepan dalam program deteksi dini dan edukasi. Akademi Kebidanan Laksamana menyadari bahwa lulusan D-III Kebidanan harus mahir tidak hanya dalam asuhan kehamilan dan persalinan, tetapi juga dalam pelayanan pencegahan yang menyeluruh,… Read more: Peran Bidan Laksamana dalam Perang Melawan Kanker Serviks dan Payudara
- Peran Bidan Laksamana dalam Mengembangkan Tele-Midwifery di RiauAkses pelayanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan di Riau, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman. Jarak, transportasi, dan biaya seringkali menjadi penghalang bagi ibu hamil dan nifas untuk mendapatkan asuhan rutin. Di era digital, Tele-Kebidanan (Tele-Midwifery) muncul sebagai solusi inovatif untuk menjembatani kesenjangan ini. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen mencetak bidan yang mahir memanfaatkan teknologi digital. Lulusan D-III Kebidanan kami disiapkan untuk menjadi pelopor dalam memberikan konsultasi, pemantauan, dan edukasi kesehatan melalui platform digital… Read more: Peran Bidan Laksamana dalam Mengembangkan Tele-Midwifery di Riau
- Peran Bidan Laksamana dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi PriaKesehatan reproduksi seringkali disalahartikan hanya sebagai urusan wanita. Padahal, kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab bersama, dan melibatkan pria secara aktif dalam proses perencanaan kehamilan, kontrasepsi, dan kesehatan seksual adalah kunci keberhasilan program kesehatan keluarga. Akademi Kebidanan Laksamana mengintegrasikan perspektif kemitraan ini dalam kurikulum D-III Kebidanan. Kami mencetak bidan yang mampu memberikan edukasi dan konseling bukan hanya kepada ibu, tetapi juga kepada pasangan (suami) dan remaja putra. 1. Konseling Komprehensif: Pria dalam Perencanaan Keluarga Bidan… Read more: Peran Bidan Laksamana dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi Pria
- Peran AKBID Laksamana dalam Menyiapkan Ahli Gizi Praktis di KomunitasKesehatan ibu dan anak sangat dipengaruhi oleh nutrisi. Seringkali, masalah klinis yang ditangani bidan (seperti BBLR, KEK pada ibu, atau anemia) berakar pada kurangnya pengetahuan gizi di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, bidan masa kini harus lebih dari sekadar pelaksana klinis; mereka harus menjadi Pelatih Gizi (Nutrition Coach) yang handal di komunitas. Akademi Kebidanan Laksamana mengintegrasikan ilmu gizi terapan secara mendalam dalam kurikulum D-III Kebidanan. Kami melatih mahasiswa untuk tidak hanya mengenali tanda-tanda… Read more: Peran AKBID Laksamana dalam Menyiapkan Ahli Gizi Praktis di Komunitas
- Peran Krusial Bidan Laksamana: Melawan Stunting Sejak 1000 Hari Pertama KehidupanStunting (gagal tumbuh) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Riau. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga indikator kegagalan perkembangan otak dan potensi kecerdasan anak di masa depan. Perjuangan melawan stunting terletak pada intervensi dini, dan di sinilah peran Bidan menjadi sangat krusial, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (sejak konsepsi hingga anak berusia dua tahun). Akademi Kebidanan Laksamana membekali lulusan D-III Kebidanan dengan keahlian komprehensif untuk menjadi… Read more: Peran Krusial Bidan Laksamana: Melawan Stunting Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
- Peran AKBID Laksamana Mencetak Ahli Kesehatan Reproduksi RemajaPeran bidan telah berkembang pesat. Bidan masa kini adalah konselor, edukator, dan navigator kesehatan yang mendampingi perempuan sepanjang siklus hidupnya. Akademi Kebidanan Laksamana secara spesifik menempatkan fokus keunggulan pada Kesehatan Reproduksi Remaja, menyadari bahwa pondasi kesehatan generasi bangsa dimulai dari pembekalan pengetahuan yang benar sejak usia muda. Kami hadir untuk mencetak bidan profesional yang tidak hanya mahir menangani persalinan, tetapi juga mampu menjadi agen pencerahan bagi generasi muda di tengah arus informasi yang bias.… Read more: Peran AKBID Laksamana Mencetak Ahli Kesehatan Reproduksi Remaja
- Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja dan Ibu di Tengah Informasi DigitalProfesi bidan telah bertransformasi dari sekadar penolong persalinan menjadi agen utama kesehatan perempuan sepanjang siklus hidupnya—mulai dari remaja, kehamilan, hingga menopause. Khususnya di era digital, tantangan terbesar adalah penyebaran informasi kesehatan yang tidak akurat, terutama di kalangan remaja. Akademi Kebidanan Laksamana berkomitmen untuk mencetak bidan profesional yang tidak hanya mahir secara klinis, tetapi juga unggul dalam bidang Kesehatan Reproduksi Remaja. 1. Fokus Unggulan: Menjawab Tantangan Kesehatan Reproduksi Remaja Remaja adalah kelompok usia yang paling… Read more: Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja dan Ibu di Tengah Informasi Digital

