Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi (AKB) sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup, masih lebih tinggi dibanding negara Asia Tenggara lain. Masalah ini dipicu keterlambatan diagnosis, terutama komplikasi non-obstetri seperti diabetes dan hipertensi, yang kini mendominasi penyebab utama. Stunting juga menjadi isu krusial, dengan target penurunan ke 14,4% pada 2029.
Pergeseran Penyebab Kematian
Pola penyebab AKI bergeser dari pendarahan ke komplikasi non-obstetri, diikuti hipertensi dan perdarahan. Neonatal mortality dipengaruhi kelahiran prematur, komplikasi persalinan, dan berat lahir rendah, sering karena akses layanan pasca persalinan terbatas. Faktor sosial-budaya seperti pola pemberi ASI tidak tepat memperburuk kondisi.
Solusi Deteksi Dini dan Pencegahan
Skrining dini janin dan identifikasi risiko sejak prakonsepsi hingga pasca persalinan krusial untuk kurangi komplikasi. Penguatan puskesmas untuk rujukan ibu berisiko tinggi dan transisi ke personal medicine berdasarkan genetika serta gaya hidup efektif. Program nasional seperti Stranas Stunting 2025-2029 dan pengampuan kesehatan ibu-anak targetkan penurunan signifikan.
Peran Bidan Profesional
Bidan terlatih berikan pelayanan komprehensif, dari antenatal hingga komunitas, sesuai kurikulum aplikatif. Jejaring dengan institusi kesehatan tingkatkan praktik klinik dan etika profesi. Kolaborasi interprofesi, termasuk AI untuk diagnosis, dukung sistem kesehatan kuat.


Leave a Reply